Setelah Tangse "Banjir" kembali melanda Kota Sigli.

Setelah sebelumnya Tangse, Keumala dan Bereuneun di landa oleh bencana banjir, tepat pada 22 Desember 2015 malam rabu giliran kota Sigli yang di landa banjir, namun banjir kali ini bukan banjir air sungai, bukan banjir air laut bukan juga banjir bandang, tapi pada malam itu Kota Sigli di banjiri oleh manusia berpakaian putih-putih dalam rangka menghadiri Zikir Akbar mengenang 11 tahun tsunami yang dipimpin seorang pemuda yang sangat bersahaja dalam berdakwah dan mempesona akan nur kaliamah diwajahnya yaitu Syaikh Muda Tuanku Tgk. Samunzir bin Husein.
Ada lebih kurang 100 mobil jamaah datang dari kota Banda Aceh dan Aceh Besar, dan ribuan jamaah dari pelosok Pidie juga ikut hadir pada malam itu. Turut hadir Bupati Pidie serta wakilnya, MPU Pidie, serta unsur-unsur pemerintah Pidie lainya, diperkiran sekitar 5000-7000 lebih jamaah membanjiri lapangan didepan GOR Kota Sigli yang merupakan tempat yang dipusatkan zikir akbar pada malam itu.
  
Syaikh Muda dalam tausiahnya berpesan, jangan ketika tsunami dan banjir Tangse saja kita berzikir, tapi berzikir setiap waktu sebagaimana falsafah ulama Aceh terdahulu , Lailahaillallah kalimah taibah pang ulee zike, pat yang taduek di beurangkapat Allah Allah ta ingat sabe.

Comments